Cerita Panas Selingan Ranjangku Part 12

Cerita Panas Selingan Ranjangku Part 12

Cerita Panas Selingan Ranjangku Part 12

poker88

(POV HERI)

duduk diruangan kerjaku dengan khas bau kertas dicampur dengan aroma lavender dari pengharum ruangan menjadikan tak jelas mana yg lebih kuat. sama seperti pada kehidupan ini selalu ada ying dan yang, yang selalu ada dua sisi antara hitam dan putih. tinggal diantara dua warna itu mana yg lebih kuat. mungkin diruanganku ini juga sama, jika pikiranku lebih berbau lavender, maka wangi lavenderlah yg lebih kuat. semua tergantung pikiran kita. dalam urusan pekerjaan, aku menekankan bahwa kerja untuk anak dan istri, maka aku tak pernah merasa tertekan dalam menjalani hariku. hanya terkadang capek.

setelah makan siang dengan Tony beserta Tasya dan Mariska, aku jadi teringat obrolanku dengan istriku tadi malam. body dan keseksian mereka berdua seolah mengingatkanku pada teman istriku yg ternyata cukup seksi dan cantik, walau Bella sendiri juga dalam ketegori itu. aku perlu mempertimbangkan dengan sangat matang, aku harus siap hati menerima istriku mendesah telanjang bukan manggil-manggil namaku. tapi dilain sisi aku bisa menggoyang badan teman istriku menggunakan kontol besarku yg jarang mendapat perlakuan maksimal dari istriku. tak terasa waktuku hanya habis buat mikir itu hingga aku tak sadar jika sekarang sudah hampir jam 4 sore. tak ayal banyak suara sepatu lalu lalang terdengar, sudah pada mulai merapikan ruang kerja mereka untuk menemui pujaan hati dan buah hatinya dirumah.

“Di, balik dulu ya”, ujarku sambil melangkahkan kaki keluar ruangan sambil memberikan gelas kosong bekas teh hangat yg dibuatkan oleh Didi.
“iya bapak, hati-hati ya”, balas pria berperawakan kecil dan lugu khas orang jawa desa ini. walau berfisik kecil, dia memiliki tenaga yg kuat dan tak kenal lelah dalam bekerja, demi buah hatinya memiliki pendidikan yg jauh lebih baik dari ayahnya.
aku berjalan melewati lounge yg ternyata ada Tasya dan Mariska sedang duduk disana sambil bercengkrama.
“lho, belum pulang”, tanyaku pada mereka.
“eh bapak, hmm nunggu jemputan suami”, balasnya Mariska sambil menunduk-nunduk khas bawahan dengan atasan.
“mbak Tasya juga nunggu suami?”, tanyaku.
“iya bapak”, balasnya dengan lembut.
“yauda, saya balik dulu ya”, ujarku sambil melambaikan tangan dan berjalan tegap melewati mereka berdua, aku lewat di ruangan Tony sejenak, ternyata sudah kosong, berarti dia sudah duluan pulang saat aku sedang berberes tadi. aku melihat jam tanganku bermerk Tag Heuer memang sudah menunjukkan pukul 4.45 sore.

 

berjalan menuruni tangga menuju parkir mobil yg sudah tersedia khusus para atasan. diatasnya ada plakat besi bertuliskan ‘Direktur Operasional & Kerjasama’ yg dibawahnya ada mobilku Marcedes C-Class nya. disebelah mobilku ada mobil milik direktur utama yg tiap hari bawanya bisa berubah ubah tergantung mood. terkadang bawa Toyota Alphard nya, terkadang membawa BMW 7 series nya dan terkadang juga membawa mobil Toyota Avanza-nya.
“sore bapak”, sapa satpam yg bertugas menjaga dan mencuci mobil kami, satpam berperawakan besar dan berotot itu bernama Narno.
“siap bos!” candaku yg disambut dengan tawanya dan membukakan pintu untukku.
mobil kuarah kearah pulang, saat keluar dari basement, disudut mataku terlihat Mariska dan Tasya memasuki mobil Toyota Avanza milik suami Mariska. namun, tadi katanya Tasya dijemput suaminya, kok ini malah ikut sama Mariska, apa Tasya punya sesuatu yg disembunyikan. hmmm biarlah, bukan urusanku juga.

tiba dirumah dengan suasana matahari sudah mulai bersembunyi dan petang. memasuki rumah disambut dengan istri yg memberiku salam berupa ciuman di pipi. setelah obrolan awkward tadi malam, dia masih terlihat santai dan seperti tidak terjadi apa-apa. kondisi rumah yg berantakan tersebar mainan anak-anakku, membuat sedikit jengkel, namun melihat rona bahagia mereka seolah-olah langsung hilang rasa jengkel dan sebalku. sebelum moodku berubah menjadi semakin kesal, aku segera berjalan menuju ke kamar mandi untuk mandi dan segar.
setelah usai mandi aku berdiri di depan kaca kamar mandi dengan kontol yg besar menggantung kencang diantara pahaku setelah membayangkan teman-teman istriku.
“hmmm apa aku nyoba sekali dulu ya, toh kalau sekali, istriku berarti juga hanya ikut sekali”, pikirku sambil mengenggam kontolku ditangan kanan. turut terekspose juga otot lengan kananku yg membentuk kotak-kotak saat menggegam penisku yg tebal ini. perut yg rata dan dada yg bidang membuatku percaya diri jika nanti akhirnya aku setuju dengan ajakan istriku untuk mencoba hal baru itu.
namun di lain sisi aku sebenarnya miris jika teringat prinsipku dulu yg hanya akan bersenggama dengan satu wanita, namun jika dihadapkan dengan wanitaku kurang menikmati berhubungan badan denganku, maka aku harus menuntaskan libidoku yg terpendam. sekarang jadi paham mengapa dulu Owie sangat bersemangat ngentot, karena libidonya tidak tersalurkan. libido yg tak bisa tersalurkan dengan lancar memang membuat kepala pusing, pening dan mudah berkunang-kunang.

Cerita Panas Selingan Ranjangku Part 12

aku berjalan menuju kamarku hanya dengan celana dalamku yg sangat berusaha menutupi kontolku, aku membuka lemari dan mengambil pakaian rumahan dan kukenakannya. aku keluar dan berjalan ke ruang tengah, kulihat istriku sedang sibuk menyiapkan makan malam. malam ini menunya adalah sayur asam dengan tempe goreng. kami sekeluarga makan dengan lahapnya. seusainya aku bermain dengan kedua anakku sejenak hingga akhirnya mereka terkantuk dan mengajak tidur ibunya. aku duduk diruang tengah sambil tiduran di sofaku, menunggu istriku selesai menidurkan kedua anakku.
“mas, capek yah”, ujarnya setelah selesai dengan anakku.
“ah enggak begitu, sini sayang”, ajakku untuk bersender di pundakku dan dia dengan cepat langsung berada di pundakku, istriku hanya mengenakan hotpants dan baju tipis berlengan, aku hanya membayangkan istriku berada di bawah seorang pria selain aku.
“mau ke kamar aja mas?”, ajaknya.
“hmm boleh yuk”, terimaku dan kami berdua berjalan menuju kamar.
kami berdua berbaring diatas kasur dan istriku menaruh pundaknya berada di kepalaku, aku berpikir keras terkait keputusan ajakan istriku, secara kemarin aku belum memberi jawaban pasti.
“yang, hmm aku pikir-pikir terkait kemarin, hmm kalau ini bisa membawa jalan keluar dengan apa yg kita hadapi di dalam kamar, yauda gapapa, tapi kita nyoba kencan sekali aja dulu”, pecahku keheningan, yg lalu istriku menggeser kepalanya untuk menatapku.
“mas, kamu serius?”, tanya istriku.
“iya, sekali aja dulu gimana”, balasku.
“hmm yauda gapapa mas, toh aku juga belum tau bakal gimana”, terangnya.
lalu aku tersenyum dan menciumi istriku, kami melanjutkan obrolan hingga akhirnya kami berdua tertidur, selain itu aku meminta bahwa yg akan kita lakukan semata hanya akan membuat keluarga semakin harmonis dan akan membuat kita lebih cinta seks. jika diruntut keatas seperti yg aku ceritakan tadi mengenai ying dan yang. maka pengaruh istrikulah yg lebih kuat ditambah dengan tingginya nafsu yg membuatku ikut bercampur dengan warna yg berbeda tadi.

topbet789

*

(POV BELLA)

idolapoker88

 

sebagai seorang istri, sudah biasa terbangun paling awal sebelum suami dan anak. hari ini rasanya excited, karena selain akan bertemu dengan temanku, namun juga sudah mendengar jawaban dari suamiku terkait hal baru yg akan kami lakukan. aku telah lama mengidamkan seks dengan ukuran kontol yg wajar, karena selain lebih nyaman, aku ingin juga melakukan hal yg telah lama tak kulakukan. mungkin nanti setelah mencoba dengan yg ukuran normal aku akan merindukan ukuran jumbo yg berujung aku menjadi menikmati yg jumbo.

karena ada hal baru, maka kumpulan kali ini bukan arisan, namun untuk mendengar cerita dari teman yg lain untuk merayu suaminya, yg kudengar sekarang semua suaminya sudah menyetujui untuk mengikuti kegiatan ini, hanya saja yg sekarang perlu di bahas adalah jadwal kapan mainnya, secara semua pasangan memiliki kesibukan yg berbeda. dari sisiku, suamiku telah setuju jika dilakukan saat weekend, namun harus dikabari setidaknya 3 hari sebelumnya.
“hi ladies”, sapaku semangat saat memasuki rumah Gladis, kuberi cium kiri dan kanan dipipi untuk setiap temanku, hanya Laura saja yg belum nampak.
“wajahnya pada excited banget sih”, ujar Gladis yg membawakan minum sambil tertawa.
“iya dong, mau ngerasain dongkrak baru”, balas Stella dengan genit.
“eh, semua suami bisa tahan lama kan”, tanya Zaskia pada semua.
“bisa dong, tunggu aja nanti hehe”, ujar Claudia diiringi dengan jawaban mantab dari kesemuanya.
“maaf telat ladies, tadi mampir beliin ini”, sapa Laura yg datang sambil membawa roti.
“makasih Laura”, balas Gladis yg menerima roti itu dan dia irisnya roti untuk dimakan bersama-sama.

Cerita Panas Selingan Ranjangku Part 12

“oke, karena sudah pada setuju, sekarang kita nyusun peraturannya nih, jadi biar semua main aman”, ujar Claudia yg berujar sambil mengeluarkan buku kecil dan bolpoint.
“hmm apa aja Di kira-kira?”, tanya Zaskia.
“ya peraturan biar gak melewati batas atau gimana gitu”, ujar Claudia.
“wajib kondom?”, tanya Stella.
“duuh, aku gak pernah ngentot pakai kondom haha, enak gak sih?”, ujar Laura.
“haha sama dong”, balas Stella.
“iya, itu penting, kalau si cowok gak tahan dan tau-tau keluar kan bahaya”, ujar Claudia.
lalu kami semua saling brainstroming apa saja yg perlu dijadikan aturan dan apa saja yg boleh dilakukan, pembahasan ini sangat fokus dan setiap wanita memang tak ingin kecolongan yg mengakitbatkan kerugian. namun pada dasarnya, hubungan seks memang tidak ada peraturan yg tertulis, hanya kesepakatan antara si cewek dengan cowok nyamannya melakukan apa, asal yg sampai kelewatan.
“hmm kalau di yg aku dulu, disediakan kondom, namun terserah mau dipakai atau kagak, nah dalam peraturan yg dulu, jika ada yg sampai hamil atau gimana, itu jadi tanggungjawab suami sahnya”, terang Claudia.
“lah ya ogah dong, masa sampai hamil, kalau gitu wajib deh”, ujarku sambil nada meninggi.
“nah”, balas Claudia.
“hmmm gini aja sih, intinya kan susah mau dibuat peraturan tertulis kalau udah dihadapkan dengan nafsu, intinya ya kita having fun saja sesuai kesepakatan antara wanita dan pria nyamannya bagaimana, biarkan natural dan enjoy. toh pasti kita juga tau batasan dan gak akan melewati batas mengingat hanya one night stand kan, dan punya pasangan sah”, terang logis Stella.
“iya, kalau umpama mau melakukan hmmm anal seks atau gak pakai kondom atau mau merekam hubungan itu, ya silahkan, asal kedua belah pihak sepakat dan tau resikonya”, lanjut Gladis.
“bener, aku dulu juga gitu kok, walau disediain kondom, banyak juga yg gak pakai, karena intimnya kurang katanya haha tapi kalau mau begitu ya oke gapapa, peraturan ini buat garis besar aja”, balas Claudia yg sudah pengalaman.
aku hanya manggut-manggut mendengar penjelasan mereka terhadap apa yg akan kita lakukan kelak, intinya semua sepakat.

obrolan begitu serius dan per point larangan dibuat detail agar nanti tak ada yg dirugikan, disebelah Claudia ada Zaskia yg ia tulisnya di komputer dan di cetak menjadi enam, untuk diberikan pada suami masing-masing untuk dibaca apa saja yg jadi larangan dan diperbolehkan.
“udah semua ya berarti, kalau gitu tinggal kita booking hotel 6 kamar, duitnya ambil dari duit kas ya”, ujar Claudia.
“oke Di, hmm hotelnya gak usah yg mewah gapapa, yg penting aman dan nyaman, seperti Ibis Budget, Fave atau Shantika juga gapapa”, terang Gladis. tiap bulan kita memang patungan 1 juta rupiah untuk di arisankan, namun nampaknya akan berubah menjadi budget sewa hotel.
“oke deh”, balas Claudia, “ntar aku kabari jika udah dapat”, lanjutnya.
akhirnya setelah beres, kamipun berpamitan untuk pulang sambil membawa secarik kertas yg berisi peraturan tukar guling yg akan kami lakukan pada akhir pekan. aku sungguh excited, begitu pula kami semua. sedikitpun aku tak menceritakan ukuran kontol suami yg jumbo, biar jadi surprise yg akan dapat, dan semoga dia bisa menikmatinya dan suami mendapatkan kepuasan yg selama ini terpendam. wanita yg lainpun sedikitpun tak menceritakan kebuasan suami mereka diranjang, hanya latar belakang dan sifatnya saja.
aku ingin segera sampai rumah dan membicarakan ini pada suami nanti malam.

Author: admin

Copyright © 2018 MajalahSeks.com | Support by Nonton Movie
top
error: Aahhh...
%d bloggers like this: